tocoachoutlet.com – Hari ini Zara ada di pusat perbelanjaan di puluhan negara, termasuk Jakarta, Surabaya, dan Bali. Namun awalnya hanyalah satu toko kecil di kota pelabuhan A Coruña, di barat laut Spanyol, pada
1975. Di baliknya ada seorang anak keluarga pekerja kereta api yang putus sekolah di usia belasan, belajar menjahit dari bawah, dan kemudian membangun cara baru menjual pakaian: cepat, berseri kecil, dan dekat dengan apa yang sebenarnya dibeli pelanggan.
Artikel ini menelusuri jejak berdirinya Zara: latar pendirinya, dari mana namanya, bagaimana model bisnisnya bekerja, jalur ekspansinya ke dunia termasuk Indonesia, pergantian kepemimpinan, angka terbaru, serta kritik yang menyertainya.
Confecciones GOA: Jubah Mandi yang Membuka Jalan
Setelah sekitar sepuluh tahun belajar dan mengelola kerja menjahit, pada 1963 Ortega mendirikan Confecciones GOA. Nama GOA disebut berasal dari inisialnya yang dibaca terbalik. Bersama saudaranya Antonio, dan Rosalía, produk pertama yang disebut dalam satu sumber adalah keranjang bayi, tetapi keberhasilan nyata datang dari jubah mandi dan jubah tidur berlapis yang dijahit oleh keluarga dan para pekerja perempuan. Bisnis ini tumbuh, dan Ortega mengakuisisi beberapa pabrik.
Satu hal penting: pengalaman memproduksi pakaian lebih dulu, sebelum membuka toko, memberinya pemahaman langsung tentang kecepatan produksi dan permintaan pasar. Sebuah sumber menyebut upaya toko lain bernama “Sprint” pada 1971 yang tidak berhasil; ini hanya muncul pada satu sumber, jadi anggap sebagai catatan tambahan.
1975: Lahirnya Zara
Pada 1975, Ortega dan Rosalía Mera membuka toko pertama mereka di pusat kota A Coruña. Satu sumber menyebut tanggal 9 Mei 1975 di Jalan Juan Flores (hanya muncul pada satu sumber), dan dilaporkan dekat dengan tempat Ortega remaja bekerja di Gala.
Dari mana nama “Zara”?
Cerita yang paling sering dikutip: toko itu semula akan dinamai Zorba, terinspirasi film Zorba the Greek yang disukai pasangan itu, tetapi mereka mendapati ada bar bernama Zorba di dekat lokasi toko. Maka nama diubah menjadi Zara. Seorang juru bicara perusahaan juga dikutip menceritakan kisah serupa pada media. Sebuah sumber lain menggambarkan ini sebagai “hampir kebetulan”; sebagian sumber menyebut nama itu disusun dari huruf yang tersedia pada cetakan nama toko, tetapi versi ini kurang jelas sumbernya, jadi ceritanya perlu dibaca sebagai kisah populer, bukan fakta mutlak.
Zara tumbuh dari menjual pakaian bergaya populer dengan harga terjangkau. Ortega, yang dikenal enggan memberi wawancara dan menjauhi sorotan, menjadikan kecepatan sebagai pendorong utama. Sebuah cerita menyebut aturan “48 jam” pada era 1970-an yang membuat toko awal dibuka di jalur truk menuju pabrik tekstil Barcelona. Karena sumber ini sekunder, anggap sebagai ilustrasi filosofi, bukan data teknis.
Ekspansi: Dari A Coruña ke Dunia
- 1985: Ortega mengelompokkan usahanya di bawah Inditex, induk perusahaan untuk Zara dan pabriknya.
- 1988: toko luar negeri pertama di Porto, Portugal.
- 1989 dan 1990: masuk Amerika Serikat dan Prancis, hanya sekitar 14 sampai 15 tahun setelah toko pertama.
- 1990-an: Meksiko (1992), Yunani, Belgia, Swedia, Israel (1997), Brasil (1999) menurut garis waktu Wikipedia.
- Merek baru: Pull&Bear (1991), lalu Massimo Dutti, Bershka, Stradivarius, Oysho (2001), Zara Home (2003), dan Lefties (1993).
- 2001: Inditex tercatat di Bursa Madrid, menjual sekitar 26 persen saham dengan valuasi sekitar €9 miliar.
- 2004: Gerai ke-2.000 dibuka di Hong Kong, hadir di 56 negara; menurut satu sumber, perusahaan kemudian mencapai gerai ke-4.000 di Tokyo.
Dalam ekspansi, Inditex dikenal lebih suka “jalan sendiri” setelah mencoba usaha patungan untuk belajar, menurut kutipan dalam studi kasus.
Estafet Kepemimpinan
- 2005: Pablo Isla menjadi CEO.
- 2011: Ortega, di usia 75 tahun, mundur dari jabatan ketua dan Isla menggantikan.
- 2021 dan 2022: Óscar García Maceiras menjadi CEO (November 2021), dan Marta Ortega, putri Amancio, menjadi ketua pada 1 April 2022.
- Amancio Ortega tetap sebagai pemegang saham pengendali (sekitar 59 persen menurut ringkasan referensi).
Zara Hari Ini: Angka Tahun Fiskal 2025
Inditex melaporkan hasil tahun fiskal 2025 (1 Februari 2025 sampai 31 Januari 2026):
- Penjualan bersih €39,9 miliar (naik 3,2 persen; 7 persen pada kurs konstan), rekor tertinggi.
- Laba bersih €6,22 miliar (naik 6 persen).
- Penjualan daring €10,7 miliar (sekitar seperempat lebih dari total penjualan).
- 5.460 toko di akhir tahun fiskal, dengan strategi mengurangi jumlah toko tetapi memperluas ruang jual.
- Zara (dilaporkan bersama Zara Home dan Lefties) menghasilkan €28,05 miliar, sekitar 70 persen penjualan grup, tetapi pertumbuhannya melambat (sekitar 1 persen) dibanding merek lain.
Perusahaan menyebut awal 2026 berjalan baik, dengan penjualan toko dan daring naik 9 persen pada kurs konstan antara 1 Februari dan 8 Maret 2026. Angka ini berasal dari laporan perusahaan dan ringkasan media; periksa laporan terbaru bila perlu.
Zara di Indonesia
- Zara masuk Indonesia pada 18 Agustus 2005 melalui waralaba yang dipegang PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP). Menurut satu sumber, MAP sudah menginginkan hak sejak 1999, tetapi Inditex menunda karena kondisi Indonesia saat itu.
- Zara Home membuka butik pertamanya di Indonesia di Plaza Indonesia pada Oktober 2013.
- Situs daring Zara.com/id diluncurkan sekitar 2019.
- Menurut ringkasan Wikipedia berbahasa Indonesia, pada 2026 terdapat sekitar 15 gerai Zara di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bali, dan lainnya); jumlah dapat berubah.
- Pada 29 Mei 2026, Zara Plaza Indonesia dibuka kembali setelah renovasi dan relokasi ke Level 2 dengan konsep butik global terbaru, area pengambilan pesanan daring, dan wadah pengumpulan pakaian bekas.
Sisi Lain: Kritik dan Tantangan
Kisah sukses Zara tidak lepas dari perdebatan:
- Model “fast fashion”. Siklus cepat dan volume besar dikritik mendorong konsumsi berlebih dan limbah tekstil. Sebagian analis menilai model Zara (integrasi vertikal, seri kecil) berbeda dari fast fashion berbasis produksi massal di luar negeri, tetapi tetap berkontribusi pada budaya pakaian sekali pakai.
- Kasus Brasil 2011. Investigasi di São Paulo menemukan pekerja migran dalam kondisi yang disebut “mirip perbudakan” di pabrik pemasok yang memproduksi untuk Zara. Inditex menyatakan akan memperketat pengawasan pemasoknya, dan otoritas Brasil menuntut dan memberikan sanksi.
- Komitmen keberlanjutan. Inditex mengumumkan target seperti penggunaan katun, linen, dan poliester organik, berkelanjutan, atau daur ulang secara penuh pada 2025, dan target nol emisi bersih pada 2040; aktivis menyebut sebagian komitmen terlalu lemah atau sebagai greenwashing. Emisi dari transportasi disebut sebagian laporan naik pada 2024. Penilaian pihak ketiga beragam.
- Transparansi rantai pasok tetap menjadi isu bagi industri pakaian secara umum.
